Kamis, 21 Juni 2012

askep antok mahasiswa unanda


                        ASUHAN KEPERAWATAN  PASIEN DENGAN GASTRITIS


1. DEFINISI
             
         Gastritis adalah peradangan pada lambung yang dapat bersifat akut atau kronik.

    PATOFISIOLOGI

              Gastritis akut terjadi  pada membrane mukosa lambung, hyperemi dan terjadi

erosi pada permukaan Lambung.lambung memproduksi sedikit cairan lambung dan berisi

sangat sedikit asam tetapi terlalu banyak lendir.Ulcerasi pada permukaan lambung

mungkin dapat mengakibatkan terjadinya perdarahan.Pasien akan tidak merasa enak pada

perut,sakit kepala,mual,anoreksia dan sering disertai dengan muntah dan sendawa.

               Gastritis akut dapat pulih dengan sendirinya daiam sehari tetapi nafsu makan

akan pulih dalam 2-3 hari.Jika penyebab gastritis karma makanan yang dapat mengiritasi

tidak keluar dengan muntah,maka dapat terjadi colic dan diare.Bila terjadi komplikasi

perdarahan pada gastritis kronik memerlukan tindakan operasi.


II. PENGKAJIAN

A.    DATA SUBJEKTIF

~ Pasien mengeluh mual

~ Muntah

~ Tidak nafsu makan

~ Perut terasa penuh

~ Nyeri paaaada epigastrium

~Riwayat pola makan terlalu banyak,terlalu cepat

~ Riwayat kebiasaan makan makanan yang mengandung bumbu

~ Riwayat manum minuman keras,alcohol

~ Riwayat minum obat-obatan seperti aspirinm,steroid


B.     DATA OBJEKTIF

~ Nyeri tekan pada daerah epigastrium

~ Muntah

~ Turgor kulit kering

~ BB turun

C.     DATA LABORATORIUM
   
          Darah:

        ~ Dapat ditemukan kadar hemoglobin yang menurun,pada gastritis kronis.

        ~ Kadar serurum elektrolit turun (Natrium: <135 mmol/Lm, kalium : <3,5

           mmol/L,clorida : < 95 mmol/L)

D.    DATA TES DIAGNOSTIK

~ Gastroskopi untuk mengetahui adanya erosi atau atropi mukosa

~ Biopsi untuk mengetahui adanya gastritis kronik pada mukosa antrum dan korpus

E.     KOMPLIKASI

~ Perdarahan lambung


III. PENATALAKSANAAN

1. Puasa

              2. Pasang pipa lambung

              3. Diet lunak

              4. Antasida

              5. Cairan parenteral


IV. DIAGNOSA KEPERAWATAN, HASIL YANG DIHARAPKAN, EVALUASI DAN

      RENCANA TINDAKAN

  1. Resiko tinggi terjadi perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan

     dengan asupan nutrisi kurang akibat mual,muntah tidak nafsu makan.

      Hasil Yang Diharapkan/ Evaluasi

      ~ Pasien akan meningkatkan asupan nutrisi peroral seperti yang dianjurkan

      ~ Menjelaskan faktor-faktor penyebab asupan nutrisi yang kurang apabila

        diketahui.

     Rencana Tindakan:

1.      Tentukan kebutuhan kalori harian yang realistic dan adekuat

2.      Timbang berat badan dua kali perminggu atau sesuai kondisi pasien pada

waktu yang sama .
          
3.      Jelaskan pentingnya konsumsi nutrisi yang adekuat

4.      Ajarkan pasien untuk menggunakan penyedap rasa untuk membantu

meningkatkan selera dan aroma makanan (juice lemon, cengkeh, kayu manis

dan lain lain).

5.      Beri dorongan atau support pada saat makan.

6.      Reencanakan asuhan sehingga prosedur yang tidak menyenangkan atau yang

Menyakitkan tidak dilakukan sebelum makan.

7.      Ciptakan suasana makan yang menyenangkan

8.      Hidangkan makanan dalam keadaan hangat dan menarik

9.      Perhatikan kebersihan mulut dengan baik

10.  Berikan makan porsi kecil tapi sering

11.  Anjurkan pasien yang mengalami penurunan nafsu makan untuk:

                      ~  Makan makanan yang kering saat bangun tidur

                      ~  Makan makanan yang asin jika tidak ada pantangan

                      ~  Hindari makanan yang terlalu manis dan berminyak

                      ~  Minum sedikit-sedikit tapi sering

                      ~  Makan kapan saja bila dapat ditoleransi
12.  Pantau hasil laboratorium , hemoglobin, protein darah

13.  Penatalaksanaan program medik dan bagian gizi

  1. Kekurangan voiume cairan berhubungan dengan pengeluaran cairan yang

      berlebihan , akibat muntah.

       Hasil Yang Diharapkan/Ebaluasi

                 ~  Pasienan asupan  akan meningkatkan asupan cairan 200 ml/24 jam tidak

                      Ada kontra indikasi.

                       ~  Berat jenis urine dalam batas normal (N : 1005-1030)

                        ~  tidak adanya tanda dan gejala dehidrasi

              Rencana Tindakan:

1.      Kaji minuan yang disukai dan yang tidak disukai, berikan cairan kesukaan

      dalasm batasan diit.

2.      Rencana asupan cairan untuk setiap pergantian dinas  (missal 1000 ml pada

      siang hari , 800 ml pada sore hari , 300 ml pada malam hari)

3.      Kaji pengetahuan pasien dan jelaskan tentang alasan-alasan untuk

mempertahankan hidrasi yang adekuat serta metode-metode untuk mencapai

tujuan asupan cairan